Sabda Rasulullah SAW:
“Berlindunglah kalian dari dahsyatnya tumpukan musibah, gelapnya kehinaan dan buruknya ketentuan, dan ejekan musuh” (shahih Bukhari)
Maksud dari tumpukan musibah dalam hadits ini adalah sehabis terkena musibah belum habis musibahnya, langsung terkena musibah yang lain lagi. Kalau ibarat pepatah “sudah jatuh tertimpa tangga”. Gelapnya kehinaan maksudnya adalah berlindung dari siksa kubur, neraka dan kehinaan lainnya, dan buruknya ketentuan yaitu dari ketetapan Allah
yang buruk walaupun secara dzahirnya indah. Misalnya pernikahan dzahirnya indah, namun siapa yang tahu sesudah nikah apakah baik atau malah banyak masalah dan musibah, karena itu kita diperintahkan oleh rasulullah saw dari hal seperti ini. Sedangkan ejekan musuh maksudnya adalah jangan sampai kita mendapatkan musuh yang berkepanjangan, seperti ini misalnya kita sudah ingin berbaikan dengan musuh kita, dia pun demikian akan tetapi ada yang mengkompori dengan mengatakan musuhmu mengejekmu disana, disini, sehingga hilanglah niat untuk meminta maaf dan timbul kembali amarah kita atau musuh kita. Berlindunglah dari hal seperti ini.
Adapun hadits diatas kalau diucapkan dalam bentuk doa adalah :
Allahumma inniy a’uudzu bika min jahdilbalaa wadarakisy-syaqaa wasyamaa tathil a’adaa.
“Ya Allah
aku berlindung kepadaMu dari pada dahsyatnya tumpukan musibah, gelapnya kehinaan (siksa kubur, neraka, dan kehinaan lainnya), dan buruknya ketentuan dan dari ejekan musuh”.
Posted in Aqidah, Hadits, Kabar berita, Khazanah, Kisah, Syair & Puisi, Uncategorized, ibadah | No Comments


