Akhir-akhir ini Ane sering banget denger berita seorang anak membunuh ibu kandungnya, membunuh neneknya yang udah tua rentah, seolah tak kenal sama sekali, Cuma masalah sepele, engga di beliin sepeda motorlah, masalah warisanlah, malahan ada yang membunuh ibu atau neneknya Cuma karena ibu atau neneknya menyuruh sesuatu.
Belum lagi ayah yang tega memperkosa anak gadisnya sendiri, orang rua yang menjual anaknya ke germo Cuma karena alasan ekonomi. Masya Allah
.
Belum lama Ane juga denger di kampong Ane ada seorang Bapak (lebih pantes dipanggil Engkong/Kakek sebenernya sih) di usir istri dan mertuanya Cuma karena masalah yang belum jelas, padahal itu engkong lagi sakit parah, akhirnya dia terpaksa tidur di Musholla. Engga tega sih ngeliatnya, tapi mo’ gimana lagi, itu masalah rumah tangga orang, tar dianggep ikut campur lagi. Trus ada juga (masih di kampung Ane) seorang Nenek ga’ di kasih izin ngeliat cucunya sendiri ama menantunya (perempuan) cuam alas an ga’ suka, padahal itu nenek sampe nangis karena sedih ga’ di kasih ketemu cucunya, anaknya yang laki-laki juga ga’ bisa berbuat apa-apa. Engga kebayang gimana rasanya di musuhin sama menantu sendiri, mertua sendiri, anak sendiri, atau dicelakain sama orang tua sendiri, kaya’ berita diatas. Ane Cuma berdoa mudah-mudahan ga’ sampe kejadian sama Ane kelak.
Periaiwa semacam ini bikin Ane mikir kemana perginya rasa kasih sayang sesame kita? Apalagi sesama muslim. Apa dunia udah sedemikian buruk? Padahal kita dianjurin buat berkasih sayang sesame makhluk Allah
. Dasarnya, hadits yang Ane dapet dari guru Ane:
Sanad Hadits Rahmah
Dari guru kami Al-Habib Munzir bin fuad Al-Musawa
Dari guru mulia beliau Assayyid Al-Allamah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh
Dari guru beliau Al-Allamah Assayyid Ibrahimbin Umar bin Aqil bin Yahya (Mufti Ta’iz, Yaman)
Dari guru beliau Syekh Al-Allamah Abdurrahman Al-Mahrisiy Muhadits Haramain Assyarifain, dan Assayyid Al-Musnid Abdulhayy ibn Abdulkabiir Al-kattaniy, dan Syekh Ali bin Falih Addhaahiriy, yang mereka berkata: Telah berkata kepada kami(haddatsanaa bihi) Al-Imam Al-Muhadits Madinah Al-Munawwarah Assyeikh Abdulyasar Faalih bin Muhammad Ad-Dhahiriy, seraya berkata:
Telah dikabarkan kepada kami (khbarnaa) Syeikh Assayyid Abu Abdillah Muhammad bin Ali Assanuusiy Al-Khatthaabiy Assalafiy, yang berkata: Telah dikabarkan kepada kami oleh Abu Hafsh Umar bin Abdulkarim Al-Atthaar Al-Makkiy yang berkata: Telah berkata pada kami (haddatsanaa) Assayyid Abul Hasan, Ali bin Abdulbar Al-Wanna’iy Assyafii yang berkata: Telah dikabarkan kepada kami oleh Abul Faidh Muhammad Murthada bin Muhammad Azzabiidiy Al-Waasithiy, yang berkata:
Telah dikabarkan kepada kami oleh Assayyid Al-Imam Umar bin Ahmad bin Aqil Asseggaf Al-Makkiy, yang berkata:
Telah berkata padaku Ahmad bin Muhammad bin Abdulghanniy Al-Banna Addimyaathiy yang berkata:
Telah berkata padaku Muhammad bin Abdul’Aziz Al_manuufiy yang berkata:
Telah berkata padaku Abul Khair Umar bin ‘Ammuus Arrasyidiy, yang berkata:
Telah berkata padaku Syeikhul Islam Zakariyya bin Muhammad Al-Anshaariy, yang berkata:
Telah berkata padaku Al-Hafidh Al-Muhaddits Abul Fadhl Ahmad bin Ali ibn Hajar Al-Asqalaaniy, yang berkata:
Telah berkata padaku Al-Hafidh Abdurrahman Ibnul Husein Al’Iraqiy, yang berkata:
Telah berkata padaku Abul Fath Muhammad bin Muhammad Al-Mayduumiy, yang berkata:
Telah berkata padaku Abu Faraj Abdullathif Ibn Abdul Mun’im Al-Haraaniy, yang berkata:
Telah berkata padaku Al-Hafidh Abul Faraj Abdurrahman Ibnul Jauziy, yang berkata:
Telah berkata padaku abu Sa’id Ismail bin Ahmad Annaisaburiy, yang berkata:
Telah berkata padaku, ayahku Abu Shalih Ahmad bin Abdulmalik Al-Mu’adzin, yang berkata, bahwa telah berkata padaku Thahir Muhammad bin Muhammad bin Mahmisy Azziyadiy Annaisaburiy, yang berkata:
Telah berkata padaku Abu Hamid Ahmad bin Muhammad bin Yahya bin Bilal Al-Bazzaz, yang berkata:
Telah berkata padaku Sofyan ibn Uyayniyah, yang berkata:
Telah berkata padaku Amr bin Dinar,
Dari Abi Qaabuus Maula Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash,
Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash Radhiyallahu’anhuma,
Telah bersabda Rasulullah SAW: “Orang orang yang berkasih sayang, akan dikasih sayangi oleh Allah
yang Maha Agung dan Maha luhur, kasih sayangilah penduduk bumi maka kalian akan dikasih sayangi oleh yang di langit (Allah
SWT)”.
Hadits ini bersanad Shahih Hasan, yang bersanad tinggi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari Rahimahullah.
« Hide it